Nasi Kuning
Jika biasanya nasi kuning identik dengan perayaan, maka di Samarinda, perayaan itu digelar tanpa henti. Siapa yang tak tahu nasi kuning? Makanan dari beras yang diberi pewarna kuning dari kunyit ini terasa lezat. Berbeda dengan nasi putih, nasi kuning memiliki rasa gurih dari santan.
Nasi kuning biasanya disajikan dengan aneka lauk-pauk khas sajian nusantara. Beberapa di antaranya ada ayam goreng, telur dadar yang diiris tipis-tipis, perkedel kentang, dan sambal. Untuk nasinya sendiri, terbuat dari beras dengan bumbu kunyit, serai, santan, daun pandan, daun salam, dan garam.
Nasi kuning biasa disajikan dalam acara syukuran kelahiran, pertunangan, ulang tahun, dan pernikahan. Warna kuning pada nasi merupakan lambang gunung emas yang memiliki makna kekayaan, kemakmuran, serta moral yang luhur.
Di Bali, nasi kuning disajikan saat upacara kuningan karena kuning merupakan salah satu warna keramat, selain putih, merah, dan hitam.
Di Samarinda, Kalimantan Timur, ada Kampung Nasi Kuning. Julukan yang diberikan kepada kawasan Jalan Lambung, Mangkurat, yang telah diresmikan oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, pada 2013.
Di Kampung Nasi Kuning, tentunya sangat mudah menemukan makanan tersebut setiap waktu di sepanjang Jalan Lambung. Nasi kuning dinilai sebagai simbol kepraktisan masyarakat kota Samarinda. Makanan ini biasa disantap saat sarapan pagi karena cepat, praktis, dan tentu saja lezat. Nasi kuning juga merupakan menu makanan yang mengenyangkan juga terjangkau.Karena banyaknya penjual nasi kuning di Samarinda, membuat pemerintah meresmikan Kampung Nasi Kuning sebagai destinasi wisata kuliner di Samarinda. Di depan jalan masuk ke lokasi, terdapat gapura besar berwarna kuning dengan tulisan "Kampoeng Nasi Kuning Samarinda".
Di Kampung Nasi Kuning sendiri, lebih banyak penjual yang menjajakan masakannya pada malam hari, sekitar pukul 19.00 hingga pukul 03.00 dini hari.
Ciri khas nasi kuning Samarinda terletak pada lauknya, yaitu ikan haruan bumbu merah. Ada juga lauk lain yang bisa dipilih, seperti sohun, telur, ayam goreng, satai, tempe kering, usus goreng, mi goreng, dan udang goreng. Seporsi nasi kuning dijual mulai dari Rp10-18 ribu, tergantung pilihan lauk.
Tak hanya nasi kuning, di kawasan Jalan Lambung ini juga ada penjual nasi goreng, sup, sanggar cempedak, dan lontong yang disajikan dengan sayur lodeh.
Pada bulan ramadan, nasi kuning juga menjadi pilihan menu sahur warga Samarinda. Banyak warga berdatangan ke Kampung Nasi Kuning untuk membeli santapan sahur yang dijual mulai dini hari.
Untuk mencoba kelezatan nasi kuning khas Samarinda, Anda bisa mencobanya di Warung Kopi Taufik atau di Nasi Kuning Ijay yang tersohor. Menu nasi kuning dipadu telur balado, usus ayam, dan daging bisa jadi pilihan. Tak lupa segelas es teh manis sebagai pelengkap.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/piknik/kampung-nasi-kuning-di-samarinda
Comments
Post a Comment